September 16, 2026

Donggala Genjot Pariwisata, Tanjung Karang hingga Labuana Jadi Prioritas

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni saat menyampaikan sambutan pada Hut ke 74 Kabupaten Donggala. (Foto: Istimewa).
banner 728x90

DONGGALA – Potensi wisata pesisir menjadi salah satu kartu yang ingin dimainkan Pemerintah Kabupaten Donggala untuk menggerakkan ekonomi daerah. Tak ingin sekadar mengejar angka kunjungan, Pemkab Donggala menargetkan geliat pariwisata ikut dirasakan langsung masyarakat di sekitar destinasi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Donggala Vera Elena Laruni dalam peringatan HUT ke-74 Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Kecamatan Banawa, Rabu (12/8/2026).

Vera menilai Donggala memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Wilayah pesisir dengan kekayaan laut, ditambah potensi daratan, menjadi kekuatan yang bisa dikembangkan sebagai penggerak ekonomi baru.

Sejumlah kawasan wisata yang dinilai telah memiliki kesiapan menjadi prioritas pengembangan. Di antaranya Tanjung Karang, Boneoge, dan Labuana.

“Pemerintah akan mendorong pengembangan pariwisata secara serius dan konsisten, dimulai dari kawasan yang telah memiliki kesiapan seperti Tanjung Karang, Boneoge, dan Labuana, melalui perbaikan akses, penguatan promosi, serta pelibatan masyarakat lokal,” kata Vera.

Menurut dia, pengembangan destinasi wisata tidak boleh berhenti pada pembangunan fasilitas maupun mendatangkan wisatawan. Yang lebih penting adalah menciptakan efek ekonomi bagi warga.

Warung makan, penginapan, jasa transportasi, UMKM, hingga produk lokal di sekitar destinasi diharapkan ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas wisata.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap kunjungan tidak hanya membawa orang datang, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Karena itu, pembenahan akses menuju kawasan wisata menjadi salah satu pekerjaan penting. Ditambah promosi yang lebih kuat agar destinasi Donggala semakin dikenal, baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Vera menegaskan, pariwisata merupakan bagian dari arah pembangunan berkelanjutan Donggala. Pengelolaannya harus dilakukan secara serius dengan tetap melibatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.

Namun, pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Vera menyebut kualitas sumber daya manusia juga menjadi fondasi penting.

Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Donggala, kata dia, menjadi peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan generasi muda.

“Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar bangunan, tetapi pintu masa depan bagi anak-anak kita. Membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari manusianya,” ujarnya.

Sementara di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab Donggala mulai menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. Program pembiayaan tersebut nantinya diharapkan dapat menjangkau nelayan, pelaku UMKM, hingga pedagang kecil.

Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus membuka akses permodalan bagi pelaku usaha.

Vera juga berharap pembangunan Donggala mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sinergi lintas pemerintahan dinilai penting untuk mempercepat pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata.

“Kami membutuhkan dukungan dan arahan, dan kami siap menjadi bagian dari gerak besar menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju,” tegasnya.

Memasuki usia ke-74, Vera mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan hari jadi daerah sekadar seremoni. Momentum tersebut harus menjadi pemicu untuk memperkuat kerja bersama dalam membangun Donggala.

“Di usia ke-74 ini, saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai semangat untuk bekerja lebih baik, berpikir lebih maju, dan berani mengambil keputusan demi masa depan Donggala yang lebih kuat,” pungkasnya.*