DONGGALA – Upaya Pemerintah Kabupaten Donggala memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum berjalan mulus. Minimnya infrastruktur pendukung membuat ruang gerak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serba terbatas.
Kepala Bapenda Donggala, Mohamad Hafid, mengungkapkan bahwa potensi pajak baru sulit dimaksimalkan karena belum didukung keberadaan pelaku usaha skala besar. “Hotel hanya satu. Rumah makan pun belum yang bisa menopang pajak daerah,” katanya, Senin (6/10).
Menurut Hafid, geliat ekonomi harus tumbuh lebih dulu sebelum pemerintah dapat mengandalkan pendapatan dari sektor pajak maupun retribusi. Tanpa kehadiran hotel, rumah makan besar, atau pusat aktivitas ekonomi lainnya, pendapatan daerah hanya akan bergerak marginal.
Ia menegaskan bahwa strategi optimalisasi PAD harus diiringi pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor usaha. “Pengembangan ekonomi harus jalan dulu. Kalau ada aktivitas, baru pajak bisa dimaksimalkan,” ujarnya.ALB












