DONGGALA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Donggala sejak Kamis (8/1) dini hari menyebabkan sejumlah dampak di Kecamatan Balaesang Tanjung. Salah satunya, jembatan penghubung di Desa Malei dilaporkan putus akibat diterjang banjir.
Informasi tersebut disampaikan warga melalui unggahan akun Facebook Alif AS. Dalam unggahannya disebutkan, selain jembatan putus, aliran listrik di wilayah tersebut juga terhenti. Hal ini disebabkan adanya tiang listrik yang nyaris roboh akibat derasnya arus air.
“Akibat hujan sejak subuh tadi, jembatan di Desa Malei terputus. Aliran listrik juga terputus karena ada tiang listrik yang hampir rubuh. Selain itu, ada rumah warga yang terendam banjir,” tulis Alif AS dalam keterangannya.
Salah satu rumah warga yang terdampak banjir diketahui milik Rendi Riflianto M Arif. Foto rumah yang terendam air turut diunggah dan beredar di media sosial.
Sementara itu, Kepala BPBD Donggala Abdul Muin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa tim BPBD sudah disiagakan dan tengah melakukan asesmen di lapangan.
“Anggota sudah siap dan masih melakukan asesmen. Saya juga sementara dalam perjalanan menuju Balaesang Tanjung,” ujar Abdul Muin, Kamis (8/1) pukul 13.01 Wita.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi sementara, dampak hujan dan banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa desa lain, di antaranya Desa Ketong, Palau, Tondo, dan Tanampulu. Namun hingga kini, kondisi jaringan komunikasi di lokasi belum dapat dipastikan.
“Belum ada info dari lokasi, jaringan jelek,” tambahnya.
BPBD Donggala masih terus melakukan pemantauan dan pendataan terkait dampak bencana tersebut, termasuk potensi kerusakan lanjutan dan kebutuhan warga terdampak.ADK












