Pendapatan Pajak Melemah, Bapenda Donggala Soroti Efek Domino Perlambatan Ekonomi

Kepala Bapenda Donggala, Mohammad Hafid
banner 728x90

DONGGALA – Penurunan pendapatan pajak di Kabupaten Donggala bukan semata-mata soal tidak tercapainya target. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Donggala, Hafid, menegaskan persoalan itu merupakan bagian dari gelombang besar perlambatan ekonomi yang kini terasa hingga ke daerah.

Menurut Hafid, situasi ekonomi nasional yang tersendat telah menciptakan efek domino ke berbagai sektor di tingkat lokal. Ia menyebut pasar tradisional hingga pelaku usaha kecil mulai mengalami penurunan aktivitas, sementara geliat investasi baru masih belum menunjukkan tren positif.

“Pasar tidak bergerak, masyarakat sulit pinjam uang, proyek besar melambat. Dampaknya ke penerimaan daerah sangat terasa,” ujarnya, Ahad (30/11).

Hafid menjelaskan, penurunan penerimaan pajak bukan hanya menggambarkan kondisi fiskal daerah, tetapi sekaligus menjadi indikator kesehatan ekonomi Donggala. Ketika dunia usaha melambat, kemampuan bayar pajak ikut tertekan. Tingkat konsumsi turun, belanja proyek terhambat, dan daya beli masyarakat melemah—semua berkontribusi pada penyusutan pendapatan daerah.

“Pajak itu ujung, bukan pangkal. Kalau pangkalnya lemah—yakni ekonominya mandek—ya ujungnya pasti jatuh,” katanya.

Ia menilai perlambatan ini harus direspons Pemkab Donggala dengan langkah yang lebih agresif, mulai dari mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, mengakselerasi proyek strategis daerah, hingga menarik investasi baru yang mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi.

Selain itu, Bapenda mendorong kolaborasi antardinas untuk menciptakan ruang usaha yang lebih dinamis. Hafid menilai percepatan perizinan, perbaikan infrastruktur pendukung, serta jaminan iklim usaha yang stabil merupakan hal krusial untuk memperbaiki situasi.

“Kalau ekonomi kembali bergerak, putaran uang hidup, aktivitas usaha naik, pendapatan pajak akan mengikuti. Itu prinsip dasarnya,” tegasnya.

Hafid berharap pemerintah daerah menjadikan persoalan ini sebagai alarm untuk membangun kebijakan pemulihan ekonomi yang lebih terukur dan berdampak langsung pada masyarakat. Pemulihan penerimaan pajak, kata dia, hanya mungkin terjadi jika Donggala mampu menghidupkan kembali mesin ekonominya.ALB