PALU – Anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Suryanto, meminta jajaran direksi PT Bank Sulteng memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh anjungan tunai mandiri (ATM) selama proses pemeliharaan sistem perbankan (maintenance).
Permintaan itu disampaikan Suryanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran direksi Bank Sulteng dan perangkat daerah terkait, Selasa (27/10/2026). Rapat tersebut digelar menyusul kendala layanan perbankan Bank Sulteng akibat proses pemeliharaan sistem.
Suryanto menegaskan, proses maintenance tidak boleh membuat nasabah kesulitan mengakses uang tunai. Karena itu, ia meminta manajemen bank meningkatkan pengawasan dan memastikan tidak ada ATM yang kehabisan uang.
“Pastikan ATM tidak ada yang kosong. Uang harus tersedia di cabang. Jangan sampai nasabah kesulitan menarik uang hanya karena ada proses maintenance,” tegasnya.
Menurut dia, manajemen Bank Sulteng perlu mengambil langkah khusus selama masa pemeliharaan sistem. Petugas yang bertanggung jawab terhadap pengawasan ATM diminta bekerja ekstra untuk memantau kondisi mesin dan segera melakukan pengisian ulang apabila persediaan uang menipis.
Ia juga meminta agar jam kerja reguler tidak menjadi alasan untuk mengendurkan pengawasan. Selama layanan belum kembali stabil, menurut Suryanto, diperlukan perlakuan khusus agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi.
“Kalau memang sedang maintenance, tolong ada perhatian khusus. Teman-teman yang bertugas melakukan pemantauan ATM harus bekerja ekstra untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank kita,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan uang tunai di ATM, Suryanto meminta Bank Sulteng menyampaikan informasi yang jelas kepada nasabah mengenai alternatif layanan selama proses pemeliharaan berlangsung.
Nasabah yang membutuhkan uang tunai, kata dia, dapat diarahkan untuk mendatangi kantor-kantor cabang Bank Sulteng. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan jaminan ketersediaan uang di kantor cabang.
Ia mengingatkan, jangan sampai nasabah yang telah datang ke kantor cabang justru tidak dapat melakukan penarikan karena keterbatasan persediaan uang.
Suryanto berharap, langkah antisipasi tersebut dapat mencegah terganggunya aktivitas masyarakat dan dunia usaha akibat kendala layanan perbankan.
Menurut dia, kelancaran transaksi perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, Bank Sulteng perlu memastikan layanan kepada nasabah tetap berjalan optimal di tengah proses pemeliharaan sistem.
“Harapan kami, jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. Pastikan uang tersedia di ATM maupun kantor cabang sampai layanan kembali stabil,” pungkasnya.ADK







