PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen untuk menerapkan prinsip value for money dalam pelaksanaan perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina dalam rapat Paripurna jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD tahun 2025, Selasa (5/8/2025).
Sekprov Novalina menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penggunaan dana publik.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemprov juga mengalihkan 0,03 persen dari total belanja APBD untuk memperkuat program strategis, seperti peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, penurunan angka kemiskinan, serta penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah menyoroti peningkatan pendapatan daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) yang akan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan mendesak.
Tiga sektor utama yang menjadi fokus adalah pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.












