JAKARTA – Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan kerja ke Bapenda DKI Jakarta, Kamis (31/7). Agenda ini untuk menggali strategi dan inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rombongan dipimpin Ketua Komisi II Yus Mangun, SE. Mereka diterima Kabid Pendapatan Pajak I Bapenda DKI Jakarta, Mulyo Sasongko, SE, MM, di Gedung Bapenda, Gambir, Jakarta Pusat. Hadir pula sejumlah anggota Komisi II, di antaranya Sony Tandra, Ronal Gulla, Henri Kusuma Muhidin, Marlela, Rauf, dan Haris Julianto.
Dalam forum tersebut, Mulyo memaparkan berbagai strategi Bapenda DKI, mulai dari struktur organisasi, jenis pajak, hingga inovasi penagihan. Ia menegaskan bahwa PAD terbesar DKI bersumber dari PBB dengan capaian lebih dari Rp11 triliun, disusul PKB sebesar Rp9,6 triliun. “Kami juga tak pernah mengalami tunda bayar Dana Bagi Hasil (DBH). Salah satunya karena terus menekan agar pembayaran tepat waktu,” jelasnya.
Bapenda DKI juga punya cara unik meningkatkan kepatuhan pajak, seperti sosialisasi lewat nonton bareng hingga pemasangan stiker dan plang di tempat usaha wajib pajak yang menunggak. Penindakan dilakukan langsung oleh PPNS Bapenda. “Inovasi seperti ini terbukti efektif,” tambah Mulyo.
Sementara itu, PAD Sulteng masih bertumpu pada PKB, BBNKB, dan pajak air permukaan. Potensi besar dari Pajak Alat Berat (PAB) dinilai belum tergarap optimal.
Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Yus Mangun, mengapresiasi strategi yang dijalankan Pemprov DKI. “Langkah-langkah ini bisa jadi inspirasi bagi Sulteng dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujarnya.*/RBY












