Sigi  

Akses Terbatas, Warga Sakit di Kawasan Hutan Butuh Perhatian

Warga Desa Bakubakulu yang terkena penyakit
banner 728x90

SIGI – Persoalan kesehatan warga di wilayah terpencil kembali mencuat. Pemerintah Desa Bakubakulu, Kecamatan Palolo, mengungkap kendala penanganan warga sakit yang tinggal di kawasan hutan Dolago Tanggulung.

Sekretaris Desa Bakubakulu, Alfid, mengatakan lokasi permukiman berada di kawasan hutan lindung sehingga tidak bisa disentuh langsung menggunakan dana desa. Kondisi itu membuat akses menuju lokasi sangat sulit.

“Jalannya setengah mati, dan karena masuk kawasan hutan, kami tidak bisa intervensi langsung pakai dana desa,” ujarnya.

Ia mencontohkan satu kasus warga atas nama Halatesa, warga Dusun Ruwa RT 5, yang sudah menderita sakit sejak Desember 2025. Hingga kini, kondisinya belum membaik.

“Kalau kena hujan atau dingin, kondisinya makin parah. Sekarang sudah tidak bisa berjalan, bahkan bangun pun sulit. Ditambah lagi mengalami katarak,” jelasnya.

Menurut Alfid, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius, terutama dari sektor kesehatan. Ia berharap ada kembali program pelayanan kesehatan rutin yang menjangkau wilayah terpencil seperti yang pernah berjalan sebelumnya.

“Dulu ada program petugas kesehatan yang rutin turun setiap bulan. Itu sangat membantu warga di sini. Harapannya bisa diaktifkan kembali,” tandasnya.

Pemerintah desa berharap ada solusi lintas sektor agar layanan kesehatan tetap bisa menjangkau warga di kawasan terbatas, tanpa terkendala status wilayah hutan.ADK