Morowali — Tudingan tertutupnya konsultasi publik AMDAL PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) dinilai meleset dari fakta. Gerakan Warga Industri (GerakIn) memastikan perwakilan enam desa terdampak benar-benar hadir dalam forum di Makassar, 24 April 2026.
Kehadiran delegasi Ambunu, Topogaro, Tondo, Marga Mulya, Wata, dan Umpanga tercatat resmi dalam risalah pertemuan. Organisasi masyarakat lokal juga terlibat aktif menyampaikan aspirasi terkait dampak operasional industri.
“Ada perwakilan dari Ambunu, Topogaro, Tondo, Marga Mulya, Wata dan Umpanga. Ormas setempat juga dilibatkan, selain kami juga ada perwakilan FMKI,” ujar Rahman Ladanu, Rabu (29/4/2026).
Peserta forum tidak sekedar hadir. Mereka menyuarakan persoalan harian warga yang menjadi perbincangan di tingkat komunitas.
“Kami sampaikan apa yang hari-hari ini jadi perbincangan warga, soal lingkungan, soal pemberdayaan dan warga lokal yang belum ada panggilan kerja. Terkait lokasi acara, kami usulkan ke depan dilakukan di Morowali,” tandasnya.
Rahman memahami kekecewaan sejumlah pihak terkait lokasi pelaksanaan acara. Pria yang pernah digugat perdata dan dilaporkan pidana oleh PT BTIIG pada 2024 ini menilai, menolak seluruh proses hanya karena lokasi adalah sikap sentimentil yang mengabaikan aspirasi ril masyarakat.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menindaklanjuti aspirasi warga dan digelarnya kegiatan serupa yang lebih dekat dengan warga terdampak.












