Bupati Vera Lantik Dua Kadis dan Dua Kades PAW, Tekankan Integritas hingga Pelayanan Publik

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni saat melantik dua Kadis. (Foto: Istimewa)
banner 728x90

DONGGALA – Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, kembali melakukan penyegaran birokrasi. Dua pejabat eselon II dan dua kepala desa pengganti antar waktu (PAW) resmi dilantik, Senin (30/3/2026).

Pelantikan yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H itu berlangsung khidmat di lingkungan Pemkab Donggala. Hadir Wakil Bupati Taufik M. Burhan, unsur Forkopimda, Sekda Rustam Effendi, serta jajaran OPD.

Dua pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Moh. Syarief U. Hi. Moh. Arief sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Aprina Lingkeh sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Selain itu, dua kepala desa PAW juga diambil sumpahnya. Masing-masing Ajelan sebagai Kepala Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, dan Hardin sebagai Kepala Desa Oti, Kecamatan Sindue Tobata.

Dalam arahannya, Bupati Vera menegaskan proses pelantikan dilakukan secara objektif dan transparan melalui mekanisme assessment.

“Tidak ada intervensi. Semua melalui proses penilaian,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan adalah ruang pengabdian. Harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Secara khusus, Vera memberi pesan tegas kepada Kepala Dinas PUTR agar menjaga integritas. Ia mengingatkan potensi godaan dalam sektor infrastruktur yang rawan penyimpangan.

“Untuk Kadis PU harus tahan godaan. Jangan sampai merusak integritas,” pesannya.

Sementara kepada Kepala Dinas Kesehatan, ia menyoroti masih minimnya ketersediaan obat di fasilitas layanan kesehatan. Vera meminta persoalan itu segera ditangani.

“Ketersediaan obat harus dipenuhi. Pelayanan di puskesmas juga harus ditingkatkan,” tegasnya.

Tak hanya pejabat struktural, pesan penting juga disampaikan kepada kepala desa yang baru dilantik. Vera menekankan agar tidak ada lagi sekat pasca pemilihan.

“Tidak ada lagi istilah pendukung atau bukan pendukung. Semua warga harus dirangkul,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat desa untuk meninggalkan perbedaan dan bersama-sama membangun potensi desa.

“Lupakan perbedaan, kekuatan desa ada pada persatuan,” tandasnya.

Pelantikan ditutup dengan suasana hangat Halal Bi Halal, mempererat silaturahmi antar jajaran pemerintah daerah dalam semangat kebersamaan.***