Kehadiran Anggota DPRD Disorot, BK Pilih Pendekatan Persuasif

Ketua Badan Kehormatan DPRD Donggala, Nurjanah
banner 728x90

DONGGALA – Persoalan kedisiplinan anggota dewan kembali menjadi perhatian serius di DPRD Donggala. Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Donggala, Nurjanah, menegaskan pihaknya terus memantau kehadiran anggota, terutama dalam agenda rapat paripurna, Senin (13/4/2026).

Nurjanah mengaku sempat ingin menanggapi langsung isu kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna sebelumnya yang sempat disuarakan Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Golkar, Bahtiar. Namun, kesempatan itu tidak sempat ia dapatkan karena jalannya rapat langsung dilanjutkan oleh pimpinan.

“Sebenarnya saya ingin menanggapi terkait usulan yang berkembang soal kehadiran. Tapi karena tidak sempat, jadi saya sampaikan saja sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan kehadiran anggota dewan sejauh ini sudah dilakukan secara aktif. Ia bahkan kerap mengingatkan melalui grup komunikasi internal hingga menghubungi langsung anggota secara personal.

“Saya sering mengingatkan di grup, bahkan menghubungi satu per satu anggota untuk memastikan keberadaan mereka saat rapat,” jelasnya.

Ia menilai, secara umum tingkat kehadiran anggota DPRD Donggala sudah cukup baik. Namun, masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaan rapat berjalan lebih maksimal.

“Kalau saya lihat, kehadiran sebenarnya sudah cukup maksimal. Hanya saja memang masih perlu ditingkatkan lagi,” katanya.

Nurjanah juga menyoroti pentingnya kesadaran individu anggota dewan. Menurutnya, seluruh anggota sudah memahami jadwal rapat yang telah disampaikan jauh hari sebelumnya, sehingga seharusnya bisa hadir tepat waktu.

“Undangan sudah dibagikan, jam rapat juga jelas. Harusnya paling lambat sudah ada di kantor saat rapat dimulai,” tegasnya.

Meski demikian, BK memilih pendekatan persuasif dalam mendorong kedisiplinan anggota, ketimbang langkah-langkah yang bersifat terbuka atau konfrontatif.

“Saya lebih memilih pendekatan personal. Kita ini sudah dewasa semua, jadi saya jaga perasaan teman-teman. Saya telepon satu per satu, bukan langsung menegur di forum,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan pendekatan tersebut, kesadaran dan tanggung jawab anggota dewan dapat terus meningkat, sehingga kinerja lembaga legislatif semakin optimal dalam melayani masyarakat.ADK