DPRD Murung Raya Studi Banding ke Palu, Bahas Raperda Kelompok Tani
PALU – DPRD Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan studi banding ke DPRD Kota Palu, Rabu (15/4/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan kelompok tani.
Rombongan Komisi B DPRD Murung Raya dipimpin Ketua Komisi B, Bebie, bersama sejumlah anggota, di antaranya Sutrisno, Mahyono, Rianto, H. Mariyanto, dan Ahmad Maulana. Mereka diterima langsung Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Rusman Ramli, di kantor DPRD Kota Palu.
Dalam sambutannya, Rusman memaparkan gambaran umum Kota Palu. Ia menyebut jumlah penduduk Palu saat ini mencapai lebih dari 400 ribu jiwa. Dengan pertumbuhan tersebut, tidak menutup kemungkinan jumlah kursi DPRD akan bertambah dari 35 menjadi 40 pada Pemilu mendatang.
Rusman juga menjelaskan struktur wilayah Kota Palu yang terdiri dari 8 kecamatan dan 46 kelurahan. Kondisi ini membuat Palu tidak memperoleh dana desa karena seluruh wilayahnya berstatus kelurahan.
“Meski begitu, kami terus mendorong penguatan sektor pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai bagian dari pengendalian inflasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut turut mengantarkan Kota Palu meraih predikat sebagai daerah pengendali inflasi terbaik di wilayah Sulawesi.
Dalam diskusi, DPRD Kota Palu juga memaparkan potensi sektor pertanian. Saat ini, luas lahan sawah di Palu mencapai sekitar 256 hektare dengan dukungan 726 kelompok tani yang telah terdata dan dinilai legal.
Menurut Rusman, regulasi berupa Raperda sangat penting untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani agar lebih terstruktur dan berdaya saing. Ia pun mendorong DPRD Murung Raya untuk menyusun regulasi serupa.
“Kami harap Raperda kelompok tani bisa memperkuat posisi petani, baik dari sisi kelembagaan maupun akses program,” jelasnya.
Selain agenda resmi, rombongan DPRD Murung Raya juga diajak menikmati potensi wisata dan kuliner Kota Palu. Rusman menyebut pihaknya merekomendasikan sejumlah destinasi, seperti kawasan pasar modern dan sentra kuliner lokal.
Kunjungan ini diharapkan menjadi ajang bertukar pengalaman antar daerah dalam menyusun kebijakan, khususnya terkait penguatan sektor pertanian berbasis kelompok tani.ADK








