Mesin Katinting Mati, Nelayan Tolitoli Terombang-ambing di Lautan

Petugas Basarnas mengevakuasi nelayan yang terombang ambing di laut. (Foto: Istimewa)
banner 728x90

TOLITOLI – Operasi penyelamatan dramatis dilakukan Tim SAR Gabungan di perairan Pulau Lutungan, Kabupaten Tolitoli. Jufri, 38, seorang nelayan asal Desa Nalu, sempat dilaporkan hilang setelah perahu katinting yang digunakannya mengalami mati mesin di tengah laut, Jumat (10/4). Beruntung, nyawa pria tersebut berhasil diselamatkan setelah tim gabungan bergerak cepat melakukan pencarian di tengah kegelapan malam.

Peristiwa ini bermula saat Jufri bertolak melaut sejak pukul 05.00 WITA. Namun, hingga sore hari pukul 17.00 WITA, mesin perahunya mendadak mogok. Dalam kondisi panik, Jufri sempat menghubungi keluarganya. Pihak keluarga yang melakukan pencarian mandiri namun nihil hasil, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli pada pukul 20.52 WITA.

“Laporan masuk malam hari, dan tim langsung kami instruksikan bergerak menuju LKP (Last Known Position) menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB),” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H.

Pencarian yang dilakukan di bawah koordinasi Basarnas bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat ini membuahkan hasil sekitar pukul 23.50 WITA. Jufri ditemukan dalam kondisi lemas namun selamat, terombang-ambing sekitar 3,5 mil laut dari titik awal hilangnya kontak.

Suasana haru menyelimuti kepulangan Jufri saat Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Dede pada Sabtu (11/4/2026) dini hari pukul 01.05 WITA. Korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu dengan cemas.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi kami tutup. Kami sangat mengapresiasi sinergi antara tim rescue, pemerintah desa, dan masyarakat yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini,” pungkas Muh. Rizal.