DONGGALA – Momen ulang tahun ke-54 menjadi hari spesial bagi Yasin Lataka. Di tanggal kelahirannya, 9 April, ia resmi menerima surat keputusan (SK) sebagai Ketua DPRD Donggala melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
SK Gubernur Sulawesi Tengah bernomor 100.1.4.2/93/Ro.pcm.Otda-Gbr/2026 itu telah diterima Sekretariat DPRD Donggala. Rencananya, pelantikan akan digelar Senin, 13 April mendatang.
“Alhamdulillah, ini kado teristimewa dalam hidup saya. Menerima SK tepat di hari ulang tahun,” ujar Yasin, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, ia mengaku amanah tersebut bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan serius.
“Ini amanah dari partai dan masyarakat. Harus siap mental karena tanggung jawabnya besar,” tegasnya.
Politisi yang pernah tinggal di Kelurahan Maleni, Kecamatan Banawa itu menargetkan DPRD Donggala menjadi lembaga yang solid dan kompak dalam tiga tahun ke depan. Ia ingin mengedepankan musyawarah dan mengurangi ego sektoral di internal dewan.
“Saya ingin DPRD ini kompak. Jangan ada blok-blok. Kita harus lebih banyak diskusi sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Yasin juga menyinggung tantangan daerah ke depan yang semakin berat, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kerja ekstra dari seluruh anggota dewan.
“Situasi sekarang menuntut kita bekerja lebih keras. Bisa saja waktu istirahat berkurang demi memikirkan daerah,” ujarnya.
Soal perjalanan politik, Yasin mengaku telah mengenal dunia politik sejak masa kuliah. Ia sempat berproses di sejumlah partai sebelum akhirnya berlabuh di Partai NasDem.
“Dulu saya mulai dari PKB, pernah juga di PDP, PPP, Gerindra. Rezeki politik saya akhirnya di NasDem,” tuturnya.
Ia juga mengisahkan perjalanan panjangnya yang tidak selalu mulus. Beberapa kali gagal dalam kontestasi politik tak membuatnya menyerah.
“Pernah gagal di pilkada, nyaleg juga pernah gagal. Tapi saya tetap belajar dan berproses,” ungkapnya.
Sebagai ketua DPRD, Yasin menegaskan pentingnya sikap rendah hati dalam memimpin. Ia berharap sinergi antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif dapat berjalan baik demi pembangunan Donggala.
“Pemimpin tidak boleh sombong. Amanah ini bisa datang kapan saja. Insyaallah ke depan DPRD lebih baik dan bisa seirama dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.CIL












