News  

Askab Donggala Matangkan Seleksi Porprov, Edwan: Tanpa Titipan, Murni Prestasi

Anggota DPRD Donggala dan Ketua Askab PSSI Donggala, Edwan saat diwawancarai awak media. (Foto: Sultengpost.com)
banner 728x90

DONGGALA – Anggota DPRD Donggala sekaligus Ketua Askab PSSI Donggala, Edwan, memastikan proses seleksi atlet sepak bola untuk menghadapi Porprov mendatang akan dilakukan secara matang dan profesional. Ia menegaskan, seleksi tidak akan dilakukan terburu-buru demi menjaga kualitas tim.

Menurut Edwan, hingga saat ini pihaknya belum menggelar seleksi karena masih terlalu dini. Ia menilai, jarak waktu yang masih cukup panjang justru berpotensi mengganggu kesiapan tim jika seleksi dilakukan sekarang.

“Kalau seleksi sekarang, jaraknya masih 4 sampai 7 bulan ke depan. Terlalu jauh, tidak efektif,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menyebutkan, waktu ideal untuk seleksi berada di kisaran Agustus hingga Oktober, sehingga persiapan atlet bisa lebih fokus dan terukur menjelang pelaksanaan Porprov.

“Paling cepat Agustus, maksimal September atau Oktober. Setelah itu baru kita fokus ke pemantapan tim,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Edwan menegaskan kesiapan anggaran menjadi faktor krusial dalam pembinaan atlet. Ia mengaku, pada ajang Porprov sebelumnya, sempat terjadi kendala serius terkait dukungan logistik.

“Atlet sudah siap berangkat, tapi transportasi dan akomodasi tidak jelas. Itu pengalaman pahit yang tidak boleh terulang,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak saat itu yang membantu keberangkatan atlet, meski dalam kondisi terbatas.

Di sisi lain, Edwan optimistis prestasi sepak bola Donggala terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut, sejak kepengurusan baru terbentuk pada 2022, Donggala mulai bangkit dari keterpurukan prestasi.

“Dulu 5 sampai 8 tahun kita tidak punya prestasi. Tapi sejak 2022, kita sudah meraih tiga medali emas, termasuk di Morowali,” katanya.

Selain itu, intensitas pertandingan juga meningkat signifikan, dengan jumlah laga yang bisa mencapai lebih dari 20 pertandingan dalam setahun.

Untuk Porprov mendatang, Edwan menegaskan komitmennya menghadirkan pemain terbaik tanpa intervensi pihak manapun.

“Tidak ada titipan. Semua murni berdasarkan kemampuan dan prestasi,” tegasnya.

Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama dalam hal anggaran, agar mental dan performa atlet tetap terjaga.

“Kita tidak ingin atlet sudah siap, tapi justru terbebani karena tidak ada dukungan. Kalau ingin berprestasi, harus didukung penuh,” tandasnya.

Dengan persiapan yang lebih matang dan sistem seleksi yang profesional, Askab Donggala optimistis mampu kembali menorehkan prestasi di ajang Porprov mendatang.ADK