News  

Irwan Lapatta Pimpin SATRIA Sulteng, Longki Sambut di Rakerda Gerindra

Irwan Lapatta menghadiri Rakerda DPD Gerindra Sulteng, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Istimewa)
banner 728x90

PALU – Kehadiran Irwan Lapatta menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Sabtu (14/2). Mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sigi itu dipercaya memimpin organisasi sayap partai, Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Sulteng.

Rakerda yang digelar di Kantor DPD Gerindra Sulteng itu diikuti seluruh pengurus DPC se-Sulteng serta anggota legislatif provinsi dan kabupaten/kota. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat struktur dan soliditas partai menghadapi agenda politik ke depan.

Ketua DPD Gerindra Sulteng, Longki Djanggola, secara khusus menyampaikan sambutan kepada Irwan.

“Selamat datang khususnya kepada adik saya Irwan Lapatta. Selamat bergabung dengan Partai Gerindra melalui sayap-sayap partai di Satria,” ujar Longki dalam sambutannya.

Selain Irwan, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, juga bergabung dan dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPC Gerindra Banggai Kepulauan.

Dikonfirmasi terpisah, Irwan menegaskan dirinya belum resmi menjadi anggota Partai Gerindra karena masih menunggu keputusan administrasi berupa surat keputusan (SK).

“Sampai hari ini saya belum menjadi anggota Partai Gerindra. Secara formal, keanggotaan itu sah apabila sudah ada SK. Selama SK belum terbit, berarti saya belum tercatat sebagai anggota partai politik mana pun,” tegasnya.

Irwan menjelaskan, keterlibatannya saat ini sebatas membantu pembentukan dan penyusunan kepengurusan SATRIA sebagai organisasi sayap partai yang bersifat kemasyarakatan.

Ia juga memastikan pengunduran dirinya dari Partai Golkar telah dilakukan secara resmi dan tanpa konflik. Surat pengunduran diri disampaikan saat Musda Golkar Sigi beberapa bulan lalu.

“Sejak itu, saya sudah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Golkar dan bebas menentukan sikap politik ke depan,” ujarnya.

Irwan mengaku selama ini telah membangun jaringan relawan yang cukup besar, terutama di Kabupaten Sigi dan wilayah Sulawesi Tengah. Ke depan, ia memastikan seluruh langkah politiknya akan mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Kalau nanti ada keputusan resmi, tentu semuanya akan jelas secara formal. Saya tidak akan berada di dua posisi sekaligus,” tandasnya.*