Wabup Donggala Ajak Warga Tidak Malu Berbahasa Kaili

Taufik M Burhan
banner 728x90

DONGGALA– Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan menegaskan, pelestarian bahasa daerah bukan sekadar soal budaya, tetapi bagian penting pembentukan karakter dan identitas masyarakat Donggala.

“Bahasa Kaili bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jati diri dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Donggala,” kata Taufik saat menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Desa Wani I, Kecamatan Tanantovea, Rabu (15/10).

Taufik mendorong agar Bahasa Kaili tetap digunakan, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sehari-hari. Generasi muda diminta melestarikan bahasa daerah, di mana pun berada.

Ia menekankan peran keluarga dan sekolah dalam menanamkan kebiasaan berbahasa sejak dini. “Anak-anak muda Donggala jangan malu berbahasa Kaili, meskipun berada di luar Kota Palu. Justru itu menunjukkan identitas dan kebanggaan kita sebagai orang Donggala,” ujarnya.

Selain menutup FTBI 2025, Wabup Taufik menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba di berbagai kategori, termasuk puisi, pidato, dongeng, cerpen, stand up comedy, dan tembang tradisi. Ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Donggala serta seluruh peserta dari 16 kecamatan yang berpartisipasi aktif.ALB