Donggala Target Turunkan Stunting Jadi 18,8 Persen

Sekretaris Kabupaten Donggala, Rustam Efendi memimpin rapar koordinasi TP3S Kabupaten Donggala. FOTO : DOK. HUMAS PEMKAB DONGGALA
banner 728x90

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala serius menekan angka stunting. Tahun ini, targetnya turun jadi 18,8 persen. Angka itu jauh di bawah capaian tahun sebelumnya yang masih 29,6 persen.

Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah Donggala, Rustam Efendi, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati, Senin (8/9).

Rustam membeberkan data stunting Donggala sejak 2022. Saat itu prevalensinya 32,4 persen, naik 34,1 persen di 2023, lalu menurun 4,5 poin di 2024. “Sekarang tinggal beberapa bulan untuk mencapai target nasional. Kita harus benahi tata kelola, koordinasi, anggaran, dan data,” tegasnya.

Menurut dia, sejumlah masalah masih menghambat. Mulai dari rendahnya pemberian ASI eksklusif, konsumsi tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri, imunisasi, hingga pemberian makanan pendamping ASI.

Rustam mendorong kolaborasi pemerintah dan swasta, terutama penyediaan jamban dan sarana air bersih. Status kepemilikan lahan untuk pembangunan fasilitas itu juga harus jelas.

Selain itu, ia mengajak semua pihak mendukung gerakan “orang tua asuh cegah stunting” yang diinisiasi BKKBN. Setiap OPD diharapkan bisa menanggung minimal satu anak. “Ini bentuk gotong royong kita,” katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Donggala, Dudi Utomo Adi, menambahkan, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyamakan langkah percepatan penurunan stunting.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Donggala Moh. Taufik, Ketua TP-PKK Donggala Andriana Taufik M Burhan, jajaran Forkopimda, camat, hingga kepala puskesmas se-Donggala.ALB