Bank Sulteng Dukung Pemkab Donggala Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

banner 728x90

DONGGALA– Bank Sulteng menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi tata kelola keuangan daerah melalui implementasi Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI untuk pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara daring serta layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah berbasis online.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Sulteng, Ramiyatie, dalam acara penandatanganan kerja sama antara Pemkab Donggala dan PT Bank Sulteng Implementasi SIPD Online dan penguatan tata kelola pajak serta retribusi, Selasa (2/8/2025).

Menurut Ramiyatie, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian antara Kementerian Dalam Negeri dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia pada 17 April 2025. Donggala menjadi kabupaten kesembilan di Sulawesi Tengah yang mengimplementasikan sistem ini.

“Langkah ini penting untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi,” ujar Ramiyatie.

Ia menambahkan, penerapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online tidak berhenti pada aspek penyaluran belanja daerah. Bank Sulteng juga tengah menyiapkan sistem terpadu untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk integrasi layanan pajak daerah melalui aplikasi digital.

“Sebagai bank daerah, kami merasa terhormat dapat mendampingi Pemerintah Kabupaten Donggala dalam proses transformasi digital ini. Apalagi Donggala juga merupakan salah satu pemegang saham Bank Sulteng,” katanya.

Ramiyatie memaparkan, kinerja Bank Sulteng dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2024, aset Bank Sulteng tercatat mencapai Rp13 triliun dengan laba bersih sekitar Rp320 miliar. Pada 2025, laba ditargetkan meningkat menjadi Rp400 miliar.

Selain itu, Bank Sulteng juga meraih peringkat sehat dari lembaga pemeringkat keuangan nasional. “Capaian ini menandakan bahwa Bank Sulteng dikelola secara efisien, prudent, dan berdaya saing,” kata Ramiyatie.

Ia berharap, implementasi SP2D online di Donggala dapat berjalan lancar dan mendukung program pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah daerah. “Semoga kerja sama ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat Donggala,” ujarnya.ALB