MORUT – Komisi III DPRD Sulawesi Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Morowali Utara (Morut), Selasa (24/6). Fokusnya, meninjau langsung dampak aktivitas pertambangan yang disebut merusak lingkungan dan infrastruktur.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III, Arnila H. Moh. Ali, bersama seluruh anggota. Mereka juga menggandeng Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Cikasda, serta Dinas Lingkungan Hidup Sulteng. Dari daerah setempat, hadir Ketua DPRD Morut, Warda Dg. Mamala, dan sejumlah legislator lain.
Pantauan dimulai dari ruas jalan Kolonodale–Tamainusi yang rusak parah. Komisi juga meninjau aktivitas pertambangan di Gunung Bahontula dan PT SEI. Keduanya disebut-sebut memicu banjir, longsor, hingga pembuangan limbah sembarangan.
Ketua Komisi III, Arnila, menegaskan kunjungan ini bagian dari fungsi pengawasan. “Kami menyoroti kerusakan jalan yang sangat menghambat mobilitas warga, aktivitas pertambangan di Bahontula yang rawan longsor, serta pengelolaan limbah PT SEI yang jauh dari standar lingkungan. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya bakal mendorong percepatan perbaikan jalan serta menekan perusahaan agar patuh pada aturan lingkungan.
Senada, Wakil Ketua Komisi III, H. Zainal Abidin Ishak, menyebut pihaknya akan segera memanggil seluruh pihak terkait lewat rapat dengar pendapat (RDP).
“Kami lihat langsung longsoran di ruas Kolonodale–Tamainusi akibat aktivitas tambang. Hutan Bahontula juga harus dikembalikan sebagai kawasan lindung demi keselamatan warga. PT SEI wajib menormalisasi sungai karena dampaknya sudah nyata menimbulkan banjir,” ujarnya.*/RBY










