MOROWALI – Pengurus Serikat Pekerja Maleo Indonesia (SPMI) mendatangi manajemen Indonesia Huabao Industrial Park, Senin (14/4/2026). Agenda utama mereka: memperjuangkan nasib salah satu anggota yang tengah menjalani masa skorsing di divisi Control Room (CR).
Rombongan SPMI dipimpin Ketua Umum Sudirman, didampingi Sekretaris Jenderal Ramadhan Annas. Mereka diterima pihak manajemen yang diwakili Asisten Manager Candra, bersama jajaran Industrial Relations (IR) dan tim eksternal perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, SPMI mengangkat kasus pekerja di divisi CR yang saat ini berstatus penangguhan kerja. Serikat pekerja meminta manajemen mempertimbangkan agar yang bersangkutan tetap dipertahankan di posisi semula.
“Kami sudah menyampaikan saran dan pertimbangan. Harapan kami tetap dikembalikan sesuai penempatan sebelumnya,” ujar Sudirman usai pertemuan.
Menanggapi hal itu, pihak IR perusahaan menyatakan akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait. Manajemen disebut masih membuka peluang agar yang bersangkutan tetap berada di divisi CR sebagai opsi utama.
Ramadhan Annas menyebutkan, berdasarkan komunikasi awal, perusahaan akan mengupayakan penyelesaian terbaik tanpa harus memindahkan pekerja ke departemen lain. Namun, opsi mutasi tetap disiapkan jika tidak ditemukan titik temu.
“Prioritasnya tetap di CR. Kalau tidak memungkinkan, baru dibuka opsi lain,” jelasnya.
Pertemuan mediasi tersebut berlangsung kondusif. Kedua pihak sepakat menjadikannya sebagai langkah awal penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara dialogis, tanpa harus berujung pada pemutusan hubungan kerja.***








