DONGGALA – Sektor pariwisata Kabupaten Donggala dinilai belum mampu menjadi penopang pendapatan daerah. Panitia Khusus (Pansus) II DPRD menemukan berbagai persoalan yang menghambat optimalisasi sektor tersebut.
Ketua Pansus II, Irfan, mengungkapkan sejumlah fasilitas di objek wisata dalam kondisi rusak dan belum mendapatkan alokasi anggaran perbaikan. Akibatnya, fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengunjung.
“Banyak fasilitas tidak bisa digunakan, sementara promosi juga masih minim,” ungkap Irfan, Senin (6/4/2026).
Selain itu, pemanfaatan ruang di kawasan wisata dinilai masih semrawut, yang secara langsung memengaruhi kenyamanan dan minat kunjungan wisatawan.
Pansus II juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang pengelolaan pariwisata. Hal ini berdampak pada belum optimalnya pengelolaan destinasi wisata secara profesional.
Di sisi lain, minimnya promosi destinasi wisata Donggala turut memperburuk kondisi. Padahal, daerah ini memiliki potensi wisata yang cukup besar jika dikelola dengan baik.
Pansus II menilai, jika sektor pariwisata dibenahi secara serius, maka dapat menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
“Pariwisata ini punya potensi besar. Tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan didukung kebijakan yang tepat,” tandas Irfan.ADK












