DONGGALA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Donggala mengungkap sembilan jenis pajak daerah yang menjadi tumpuan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hampir semua sektor ini tengah mengalami perlambatan.
Kepala Bapenda Donggala, Mohammad Hafid, merinci satu per satu jenis pajak yang dikelola pemerintah daerah. Yakni pajak reklame, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam atau galian C, PBB-P2, BPHTB, serta PBJT yang mencakup pajak restoran, hotel, dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Selain itu, ada pula opsen PKB dan opsen BBNKB.
“Semua ini menjadi sumber PAD kita. Tetapi beberapa tahun terakhir hampir semuanya mengalami perlambatan,” ujar Hafid, Kamis (9/10).
Menurut dia, perlambatan tersebut tidak lepas dari kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Di sejumlah sektor, aktivitas usaha belum kembali normal sehingga memengaruhi daya serap pajak daerah.
Bapenda berharap perbaikan iklim usaha dapat mendorong kontribusi pajak secara bertahap. “Kalau aktivitas usaha mulai tumbuh, penerimaannya akan ikut bergerak,” kata Hafid.ALB












