JAKARTA – Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan koordinasi dan komunikasi (Korkom) ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) JAMC Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Kamis (9/10). Agenda ini bertujuan menggali strategi pengelolaan dan optimalisasi aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II, Sony Tandra, bersama anggota, Hj. Vera R. Mastura dan H. Suryanto. Hadir pula Kasubid Penghapusan BPKAD Sulteng dan Tenaga Ahli DPRD, Eva Rantung. Rombongan diterima langsung oleh Laila, Kepala Subbagian Tata Usaha UPT JAMC BPAD DKI Jakarta, beserta dua tenaga ahli.
Dalam pertemuan itu, Sony menjelaskan bahwa kunjungan ini penting untuk memahami sistem pengelolaan aset serta mencari solusi atas kendala pemanfaatan aset yang belum maksimal. Ia menyinggung masih banyak aset pemerintah pusat yang telah diserahkan ke daerah namun belum bisa digunakan karena terkendala dokumen kepemilikan.
“Masih banyak aset kementerian yang sudah dialihkan melalui berita acara, tapi belum bisa dimanfaatkan karena terkendala dokumen. Kami ingin tahu bagaimana DKI mengatasinya,” ujarnya.
Sony juga menanyakan bentuk-bentuk pemanfaatan aset di DKI Jakarta yang terbukti efektif meningkatkan PAD.
Sementara itu, H. Suryanto menyoroti struktur kelembagaan, mempertanyakan alasan pemisahan BPAD dari BPKAD DKI Jakarta. Menanggapi hal ini, Laila menjelaskan bahwa pemisahan dilakukan sejak 2017 berdasarkan hasil kajian komprehensif.
“Pengelolaan aset melibatkan 13 urusan berbeda, mulai dari perencanaan hingga administrasi. Karena itu, dibutuhkan kelembagaan tersendiri agar lebih efektif,” paparnya.
Laila juga membagikan pengalaman BPAD DKI Jakarta dalam menertibkan dan memaksimalkan aset. Melalui pendataan bertahap sejak 2017 hingga 2021, nilai aset meningkat tajam — dari Rp30 miliar menjadi Rp400 miliar.
“Pengelolaan aset tidak hanya soal peningkatan PAD, tapi juga soal nilai guna. Karena itu, kami bekerja sama dengan BUMD agar aset bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Pemprov Sulteng untuk memperkuat tata kelola aset daerah agar lebih produktif dan berdaya guna bagi masyarakat.*/ALB
Belajar Kelola Aset, Komisi II DPRD Sulteng Sambangi BPAD DKI Jakarta










