News  

DPRD Donggala Uji Coba Kuesioner Digital untuk Serap Aspirasi

Anggota DPRD Donggala, Irfan berfoto bersama masyarakat usai melakukan uji coba kuisioner reses.FOTO: HUMAS DPRD DONGGALA
banner 728x90

DONGGALA — Sekretariat DPRD Kabupaten Donggala mulai menguji coba penggunaan kuesioner digital untuk pengumpulan aspirasi masyarakat pada kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) III. Uji coba ini dilaksanakan pada 19–21 September 2025 dan melibatkan sejumlah anggota DPRD di lapangan.

Kasubag Keprotokolan dan Humas, Alfira Rosiana menjelaskan Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan reses konvensional yang sering terkendala waktu, jangkauan wilayah, dan efisiensi pengolahan data. Melalui kuesioner digital terintegrasi, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara lebih cepat, praktis, dan terdokumentasi.

Menurutnya metode ini menghadirkan beberapa keunggulan. Data aspirasi warga langsung masuk ke sistem tanpa harus diketik ulang, dapat diolah secara otomatis dalam bentuk tabel atau grafik, serta lebih transparan untuk dilaporkan kepada pimpinan. Selain itu, penggunaan formulir digital dianggap ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi kertas.

Meski begitu, kata dia, pelaksanaan uji coba di Dapil III masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses internet, rendahnya literasi digital sebagian masyarakat, dan keraguan terkait keamanan data pribadi. Untuk itu, operator lapangan dilibatkan guna membantu warga dalam mengisi kuesioner, termasuk memberikan penjelasan tentang keamanan data dan pendampingan teknis.

Anggota DPRD Donggala, Irfan, yang turut mengikuti uji coba yang dilaksanakan di Kecamatan Sindue, menilai langkah ini sebagai terobosan penting dalam memperbaiki pola komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

“Program ini luar biasa. Dengan sistem digital, masyarakat di daerah pemilihan bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi, dan kami pun lebih cepat mengakses serta menindaklanjuti masukan tersebut. Ini membuat kegiatan reses lebih efektif dan transparan,” kata Irfan.

Hasil evaluasi awal menunjukkan kuesioner digital berpotensi menjadi model transformasi reses DPRD yang dapat direplikasi di seluruh dapil. Sekretariat DPRD juga merekomendasikan pengembangan sistem yang lebih permanen agar ke depan aspirasi masyarakat semakin mudah dihimpun dan ditindaklanjuti.ALB