PALU – Langit sore di ibu kota Sulawesi Tengah berubah syahdu, Minggu (17/8). Di halaman Kantor Gubernur Sulteng, merah putih perlahan diturunkan dengan penuh hormat. Upacara penurunan bendera dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah berlangsung khidmat dan menggetarkan hati.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. tampil sebagai inspektur upacara. Sementara AKBP Ridwan, S.H. bertugas sebagai perwira upacara, dan Kompol M. Nur Asjik dipercaya menjadi komandan upacara.
Rangkaian dimulai dengan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara, diikuti laporan komandan. Momen puncak tiba ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melangkah tegap ke tengah lapangan, menurunkan Sang Saka Merah Putih yang sejak pagi berkibar gagah pada upacara detik-detik Proklamasi.
Tahun ini, pasukan 17 yang diberi nama “Rajawali” dipimpin oleh Lettu Laut (E) Mosis Sulis. Komandan Pleton 17 diemban Mohammad Azan N. Masse (SMAN 1 Tinangkung), sementara Syafira Salsabilah Budi Kartika dari SMA Al Azhar Palu bertugas sebagai pembawa baki.
Adapun Moh. Arya Kirana Bakara (MAN IC Palu) menjadi Danton 8, Timothy Immanuel (SMAN 1 Palu) bertugas mengolor bendera, dan Givary Sa’ada (SMAN 1 Tinangkung) mendapat kehormatan sebagai pelipat bendera.
Nada patriotik semakin terasa ketika lagu kebangsaan “Andhika Bhayangkari” mengalun menutup upacara. Seluruh peserta berdiri tegak, mata tertuju pada Merah Putih yang perlahan turun menyentuh tanah, simbol bakti pada Ibu Pertiwi.
Hadir dalam upacara itu Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Ketua TP PKK Sulteng Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda, anggota DPRD Sulteng, pimpinan instansi vertikal, perbankan, dan jajaran pejabat Pemprov Sulteng.
Suasana sore itu menjadi pengingat: 80 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan tetap menyala di Bumi Tadulako.ALB












