News  

Musprov IPSI Sulteng VIII Digelar, Irwan Lapatta Siap Lengser dan Titip Agenda Besar untuk Regenerasi Atlet

banner 728x90

PALU – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Tengah resmi dibuka di Hotel Jazz Palu, 6–7 Desember. Agenda empat tahunan itu dihadiri Kadispora Sulteng Irvan Aryanto, Ketua IPSI Sulteng Mohamad Irwan Lapatta, perwakilan KONI Sulteng, dan unsur Forkopimda.

Sebanyak 43 peserta hadir, mewakili 17 perguruan pencak silat yang terdaftar di IPSI dan 26 pengurus kabupaten/kota. Seluruh peserta lebih dulu disahkan lewat rapat pleno.

Dalam sambutannya, Ketua IPSI Sulteng Mohamad Irwan Lapatta menegaskan Musprov kali ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga momentum regenerasi. Ia menyatakan siap mengakhiri dua periode kepemimpinannya.

“Sudah saatnya tongkat estafet ini diteruskan. Dua periode cukup bagi saya untuk bekerja, dan kini waktunya memberi ruang bagi ketua baru,” ujarnya.

Irwan mengapresiasi seluruh pengurus yang selama ini menopang aktivitas organisasi. Namun ia mengakui masih ada kekurangan yang harus dibereskan, terutama menyangkut pembinaan atlet.

Salah satu persoalan yang ia garisbawahi adalah aktivitas sirkuit pencak silat yang belum berjalan rutin akibat tingginya biaya penyelenggaraan. Padahal, sirkuit menjadi ruang penting untuk memetakan kemampuan atlet dari empat rayon pembinaan: Banggai Raya, Parigi–Pantura, Poso–Morowali, serta Palu–Donggala–Sigi.

“Pola rayon ini sangat efektif sebenarnya, tapi terbentur pendanaan. Semoga kepengurusan baru bisa menghidupkan lagi,” katanya.

Irwan juga mengungkap proses penjaringan calon ketua. Dari tiga orang yang mengambil formulir, baru satu yang mengembalikan—Muhammad Akbar Andi atas Supratman, yang dinilainya memiliki peluang kuat.

“Meski bukan pesilat, jejaringnya kuat. Ini penting untuk membuka akses pendanaan dan kerjasama pembinaan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan sistematis: sirkuit provinsi digelar 3–4 kali setahun, kejuaraan antar-daerah diperbanyak, hingga pelatnas menjadi agenda rutin. Tujuannya jelas—mendorong atlet Sulteng kembali kompetitif di Prapon, Pra SEA Games, dan level internasional.

“Kita ingin atlet Sulteng kembali menorehkan emas seperti dulu. Dengan komitmen ketua baru dan jaringan yang kuat, peluang itu terbuka lebar,” tegasnya.

Irwan berharap kepemimpinan baru mampu membedah kekurangan organisasi dan memperkuat fondasi pembinaan.

“Kalau pembinaan matang, saya yakin atlet kita bisa kembali mengharumkan nama daerah,” tutupnya. (*)