DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala menurunkan target pendapatan pajak daerah tahun 2026 menjadi Rp100 miliar. Angka itu lebih kecil dibanding target perubahan APBD 2025 yang sebelumnya dipatok Rp113 miliar.
Kepala Bapenda Donggala, Mohammad Hafid, menyebut penyesuaian target tak bisa dihindari. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini belum cukup kuat untuk menopang target yang terlalu tinggi.
“Kami tidak mau pasang target muluk. Kalau dipaksakan, berisiko tidak tercapai,” ujarnya, Kamis (27/11).
Hafid menjelaskan tekanan ekonomi nasional, melambatnya geliat usaha lokal, hingga ketidakpastian perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat pergerakan ekonomi Donggala ikut menurun.
“Kondisi belum pulih benar. Dampak ekonomi IKN juga belum terasa. Jadi target harus realistis,” tegasnya.
Meski begitu, Hafid memastikan Bapenda tetap menggenjot optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan pengawasan, penertiban wajib pajak, dan evaluasi sektor-sektor yang masih berpotensi naik.ALB










