DONGGALA – Sektor pajak hotel di Kabupaten Donggala masih berjalan terseok-seok. Hingga akhir tahun, Badan Pendapatan Daerah mencatat hanya satu hotel yang menjadi wajib pajak aktif.
Kondisi itu membuat pendapatan pajak hotel tak banyak bergerak. Kepala Bapenda Donggala, Hafid, tak menutup mata. “Kita tidak bisa berharap banyak. Wilayah kita memang belum tumbuh secara signifikan,” ujarnya, Senin (13/10).
Lesunya pajak hotel juga sejalan dengan penerimaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak restoran, hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) lainnya. Semuanya masih rendah karena pergerakan ekonomi belum pulih benar.
Hafid menyebut pemulihan ekonomi di Donggala membutuhkan dorongan sektor usaha yang lebih agresif. Tanpa pertumbuhan pelaku usaha, ruang pendapatan daerah akan terus terbatas. “Kita berharap tahun depan ada geliat baru,” katanya.ALB












