DONGGALA – Realisasi pendapatan pajak Donggala yang baru mencapai 66 persen dinilai melambat. Namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memastikan bahwa capaian tersebut bukan akibat lemahnya kinerja, melainkan dampak dari sejumlah faktor eksternal yang ikut menekan penerimaan.
Kepala Bapenda Donggala, Mohamad Hafid, memaparkan sedikitnya tiga faktor utama yang menghambat pencapaian pendapatan daerah. Pertama, mandat perbankan yang semakin ketat, membuat pelaku usaha sulit mengakses kredit dan memperlambat perputaran ekonomi.
Kedua, mandeknya proyek-proyek besar, terutama yang selama ini menjadi motor permintaan material dari Donggala. Ketika proyek melambat, dampaknya langsung terasa pada penerimaan pajak.
Ketiga, struktur potensi pajak yang tidak merata, di mana beberapa sektor tidak tumbuh, sementara sektor lain bergantung pada kondisi eksternal.
“Ini bukan soal tidak bekerja. Kondisinya memang berat,” kata Hafid.
Meski begitu, Bapenda memastikan tetap mengoptimalkan monitoring dan pemungutan, sambil menyesuaikan strategi dengan kondisi ekonomi yang belum stabil.ALB










