News  

Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Ditemukan Selamat

Tim Sar mengevakuasi enam pendaki yang hilang. (Foto : Istimewa)
banner 728x90

PALU – Operasi pencarian enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari berakhir lega. Seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, Senin dini hari (13/4/2026).

Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga pendaki pada Minggu malam (12/4) sekitar pukul 22.05 WITA.

Informasi awal disampaikan oleh pihak keluarga yang menyebut enam pendaki tersebut belum kembali dari aktivitas pendakian. Mereka diketahui berangkat sejak pukul 08.40 WITA dan dijadwalkan turun pukul 17.00 WITA.

Namun hingga malam hari, para pendaki tak kunjung kembali dan tidak bisa dihubungi. Upaya pencarian mandiri oleh keluarga dan warga setempat belum membuahkan hasil.

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Ampana kemudian dikerahkan ke lokasi di Desa Saluaba, Kecamatan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.

Sekitar pukul 22.50 WITA, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran di area gunung.

Hasilnya, pada pukul 00.12 WITA, enam pendaki berhasil ditemukan sekitar satu kilometer dari puncak gunung. Seluruhnya dalam kondisi selamat.

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi para korban menuju pos registrasi. Sekitar pukul 01.00 WITA, mereka tiba dengan selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyatakan operasi SAR dinyatakan selesai setelah seluruh korban ditemukan.

“Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Adapun enam pendaki yang sempat dilaporkan tersesat masing-masing bernama Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.

Operasi ini melibatkan tim SAR gabungan, terdiri dari personel USS Ampana, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Berbagai peralatan pendukung turut digunakan dalam proses evakuasi, mulai dari kendaraan rescue, alat navigasi, peralatan jungle rescue, hingga perlengkapan komunikasi dan medis.

Dengan selesainya operasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.***