News  

Petani Cengkeh Ditemukan Tewas di Pegunungan Ulatan

Jasad Korban, Suharsono (38) saat di visum. (Foto: Istimewa)
banner 728x90

PARIGI MOUTONG– Warga Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan pegunungan, Minggu (11/1) malam. Korban diketahui bernama Suharjono (38), petani cengkeh asal Desa Tomini Utara, Kecamatan Tomini.

Informasi penemuan jenazah diterima pihak kepolisian sekitar pukul 20.30 Wita dari laporan masyarakat. Korban ditemukan meninggal dunia di kebun cengkeh miliknya yang berada di wilayah pegunungan Desa Ulatan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat ke kebun pada Sabtu pagi (10/1) untuk mengambil daun cengkeh. Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kembali ke rumah, sehingga keluarga dan warga sempat melakukan pencarian.

Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 Wita. Jenazah kemudian dievakuasi oleh keluarga bersama warga dari lokasi kejadian menuju perkampungan.

Setibanya di perkampungan, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil visum luar, tenaga medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan aparat kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.

“Anggota Polsek Tomini bersama Kanit Reskrim telah mendatangi TKP, mengamankan situasi, serta membawa korban ke Puskesmas Palasa untuk dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar IPTU Arbit.

Ia menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat berita acara penolakan secara resmi.

“Keluarga korban menolak autopsi dan telah menandatangani berita acara penolakan. Kepolisian menghormati keputusan tersebut dan tetap melakukan pendataan serta dokumentasi,” jelasnya.

Usai pemeriksaan, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Tomini Utara untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Hingga saat ini, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat jika menemukan kejadian mencurigakan, terutama di wilayah perkebunan dan pegunungan yang jauh dari akses layanan medis.*