News  

Luapan Sungai Labuan Rendam Pantoloan dan Baiya

TRC dan BPBD Kota Palu membersihkan rumah warga terdampak banjir. (Foto: Istimewa)
banner 728x90

PALU – Banjir sempat melanda Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1). Peristiwa tersebut terjadi akibat luapan sungai dari Desa Labuan setelah debit air meningkat.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, banjir terjadi sekitar pukul 11.35 Wita dan dilaporkan ke petugas sekitar pukul 15.00 Wita. Air menggenangi permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum.

Di Kelurahan Pantoloan, banjir merendam 45 unit rumah, terutama di area sekitar Fly Over Pantoloan. Sementara di Kelurahan Baiya, tercatat 38 unit rumah, satu sekolah, dan satu pasar terdampak genangan.

Akibat kejadian tersebut, empat kepala keluarga (KK) di Kelurahan Baiya terpaksa mengungsi secara mandiri. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir Asbudianto, ST, MSi, menyampaikan bahwa tim TRC dan Pusdalops BPBD Kota Palu bersama BPBD Provinsi langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan asesmen dampak.

“Air saat ini sudah surut. Situasi di lapangan kondusif dan aman terkendali. Tim gabungan masih melakukan pembersihan di area permukiman warga,” ujarnya dalam laporan resmi, Senin (12/1).

BPBD mencatat, kebutuhan mendesak pascabanjir adalah logistik penanggulangan bencana untuk warga terdampak. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Laporan ini bersumber dari TRC dan Pusdalops BPBD Kota Palu serta BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.*