News  

Bupati Vera Pastikan Penanganan Banjir Cepat dan Terkoordinasi

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Tanantovea. (Foto : Istimewa)
banner 728x90

DONGGALA – Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Kecamatan Tanantovea dan Labuan, Senin (12/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

Bupati Vera turun ke lapangan bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, BPBD, Dinas PUPR, serta perangkat daerah teknis terkait. Sejumlah desa yang dikunjungi antara lain Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, serta Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo.

Di lokasi terdampak, Bupati Vera langsung menginstruksikan penanganan darurat, terutama di wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan jembatan putus.

“Saya minta BPBD, Dinas PUPR, dan seluruh instansi terkait bergerak cepat. Material longsor harus segera dibersihkan agar akses warga kembali terbuka,” tegas Vera saat meninjau Dusun Sisere.

Dua wilayah menjadi perhatian utama pemerintah daerah, yakni Dusun Sisere yang terisolasi akibat longsor serta Desa Labuan Lumbubaka yang aksesnya terputus total karena jembatan ambruk diterjang banjir. Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma.

“Jembatan di Labuan Kungguma putus total dan tidak bisa dilalui. Kita akan bangun jembatan sementara agar aktivitas dan mobilitas warga bisa segera pulih,” ujar Bupati Vera.

Sebagai bentuk keseriusan penanganan, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana untuk enam kecamatan terdampak, berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026.

“Status tanggap darurat sudah ditetapkan agar seluruh proses penanganan dan perbaikan dapat dilakukan cepat tanpa hambatan,” jelasnya.

Data sementara BPBD Kabupaten Donggala mencatat, banjir yang terjadi pada 11 Januari 2026 berdampak pada 20 desa di enam kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan 10 rumah warga rusak, tiga jembatan putus, kerusakan jalan nasional di Kelurahan Ganti, serta talud di Desa Wani I.*