DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala diminta lebih serius menata dan memperkuat ekonomi lokal jika ingin pendapatan pajak daerah tumbuh stabil. Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Donggala, Mohammad Hafid, yang menilai struktur ekonomi daerah saat ini masih belum mampu menopang target penerimaan secara optimal.
Menurut Hafid, problem utamanya bukan sekadar pada teknis penarikan pajak, melainkan pada fondasi ekonomi yang masih rapuh. Aktivitas usaha lokal dinilai belum berkembang maksimal, sementara minat investasi juga masih harus terus didorong.
“Selama struktur ekonomi kita minim, ya pendapatan tidak bisa tinggi. Masih harus didorong investasi,” tegasnya, Ahad (30/11).
Ia menjelaskan, pertumbuhan pajak tidak mungkin bergulir signifikan tanpa kehadiran sektor produktif yang kuat. Karena itu, Pemkab Donggala perlu lebih agresif membuka ruang usaha baru, memperluas fasilitas ekonomi, dan memberikan insentif yang membuat investor tertarik masuk.
Hafid juga menilai perlunya kolaborasi lintas perangkat daerah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hidup. Mulai dari perbaikan infrastruktur penunjang usaha, percepatan perizinan, hingga memastikan dunia usaha merasa aman dan nyaman beroperasi di Donggala.
“Kalau ekonomi tumbuh, usaha bergerak, otomatis pajak ikut naik. Itu rumus dasarnya,” tambahnya.
Ia berharap penguatan ekonomi lokal dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan ke depan, agar pendapatan asli daerah (PAD) tidak stagnan dan Donggala bisa lebih mandiri secara fiskal.ALB












