News  

APBD 2026 Turun, Bapenda Donggala Siapkan Strategi Agresif Dongkrak Pajak

Ilustrasi APBD
banner 728x90

DONGGALA – Penurunan APBD 2026 memaksa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Donggala bekerja lebih keras untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Kepala Bapenda, Mohammad Hafid, menegaskan bahwa seluruh lini pendapatan akan dioptimalkan tanpa kecuali.

“APBD turun, jadi harus kerja keras. Kami optimalkan semua sektor,” tegas Hafid, Selasa (25/11).

Ia menyebut kondisi ekonomi yang belum pulih serta ketidakpastian perkembangan IKN membuat ruang fiskal daerah semakin terbatas. Karena itu, sektor pajak menjadi tumpuan utama pemerintah daerah untuk menutup potensi kekurangan pembiayaan.

Bidik Sumber Pajak Lama dan Baru

Beberapa sektor yang akan menjadi fokus intensifikasi di 2026 antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak air tanah, serta pajak-pajak berbasis usaha yang selama ini belum tergarap maksimal. Hafid menilai potensi PBB cukup besar, namun penyesuaiannya tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena sensitif bagi masyarakat.

“Kita hati-hati di PBB. Banyak daerah trauma karena kenaikan membuat masyarakat protes besar-besaran. Jangan sampai itu terjadi di Donggala,” ujarnya.

Selain itu, Bapenda juga akan menyasar potensi-potensi kecil namun tersebar luas, mulai dari depot air isi ulang, usaha cuci kendaraan, hingga sejumlah bengkel yang memanfaatkan air tanah. Menurut Hafid, sektor kecil ini bisa memberikan kontribusi signifikan jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Persiapan Sosialisasi dan Komunikasi Intensif

Untuk menghindari resistensi publik, Bapenda akan memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha dan masyarakat. Hafid menyebut pendekatan persuasif menjadi kunci agar wajib pajak—baik badan maupun perseorangan—dapat menerima kebijakan penagihan dan penyesuaian yang akan diterapkan.

“Kita tidak mau ada benturan. Semua harus lewat sosialisasi, komunikasi yang jelas, supaya tidak ada salah paham,” katanya.

Optimistis Meski Tantangan Berat

Meski tantangan ekonomi masih besar, Bapenda mengaku tetap optimistis. Tren positif realisasi pajak 2024 dan 2025 menjadi modal penting untuk menatap tahun depan. Hafid menegaskan bahwa naik-turunnya APBD tidak boleh mengendurkan upaya penguatan PAD.

“Ini soal menjaga ritme daerah. Mau turun atau naik APBD, kita tetap harus menjaga pendapatan tetap stabil,” ucapnya.

Dengan strategi intensifikasi yang lebih agresif, pemerintah daerah berharap pendapatan pajak dapat membantu menutup penurunan APBD sekaligus memperkuat kemampuan fiskal Donggala di tahun-tahun mendatang.ALB