News  

Opsen PKB–BBNKB Jadi Penopang Tambahan, tapi Belum Mampu Dongkrak Pendapatan Donggala

Ilustrasi pajak kendaraan. FOTO: IST
banner 728x90

DONGGALA – Upaya Pemerintah Kabupaten Donggala menambah kekuatan pendapatan daerah melalui opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ternyata belum mampu memberi dorongan signifikan. Meski menjadi sumber tambahan di luar pajak-pajak konvensional, kontribusinya disebut masih terlalu kecil untuk mengimbangi turunnya penerimaan di sektor lain.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Donggala, Hafid, mengatakan pelemahan ekonomi menjadi faktor utama yang membuat seluruh sektor pendapatan daerah bergerak melambat, termasuk opsen yang selama ini diharapkan menjadi bantalan fiskal tambahan.

“Semua menurun mengikuti kondisi pasar. Tidak ada yang melonjak,” ujarnya, Jumat (21/11).

Menurut Hafid, data pendapatan menunjukkan tren penurunan yang hampir merata. Pembelian kendaraan baru menurun, mutasi kendaraan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, dan kemampuan masyarakat untuk melakukan transaksi besar juga mulai tertekan. Kondisi tersebut membuat dua jenis opsen ini tidak bisa memberi dampak berarti bagi kas daerah.

Ia menilai situasi ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk tidak bergantung pada pola penerimaan yang itu-itu saja. Diperlukan strategi baru agar pendapatan asli daerah (PAD) tidak stagnan dan Donggala punya sumber penerimaan yang lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi.

“Inovasi pendapatan harus mulai dipikirkan. Kalau kita hanya mengandalkan sektor yang sama, daerah akan terus tertinggal,” tambahnya.

Bapenda menyebut beberapa peluang yang dapat dikembangkan, seperti optimalisasi layanan berbasis digital, pemetaan potensi pajak baru, hingga menggandeng desa dan kecamatan dalam penguatan basis data wajib pajak. Selain itu, penyederhanaan regulasi dan peningkatan kemudahan berusaha dinilai penting untuk mendorong potensi pendapatan dari sektor-sektor produktif.

Hafid berharap langkah-langkah ini bisa menjadi agenda bersama lintas OPD agar Donggala tidak hanya terpaku pada pendapatan rutin, tetapi mampu membuka ruang baru yang lebih progresif.

“Kalau kita bisa memperluas sumber pendapatan, daerah lebih aman menghadapi gejolak ekonomi,” tegasnya.