PALU – Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Yusuf SP, menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 bukan sekadar acara seremoni. Momentum ini, katanya, harus menjadi pengingat bahwa kedua institusi memegang peran strategis dalam pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri tasyakuran Hari Bakti di Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Rabu (19/11). “Hari Bakti ini bukan hanya seremonial, tetapi refleksi atas tugas besar Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan terbaik. DPRD Sulteng siap mendukung langkah strategis Kemenkumham mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Yusuf.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan aparat Imigrasi serta Pemasyarakatan untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat penegakan hukum, dan meningkatkan kapasitas pelayanan publik di Sulteng.
Acara tasyakuran diawali dengan penandatanganan kerja sama antara Bank Sulteng dan jajaran Imigrasi–Pemasyarakatan, kemudian dilanjutkan penyerahan berita acara serah terima pinjam pakai bangunan kantor oleh Kepala Kanwil Pemasyarakatan Sulteng, Bagus Kurniawan.
Peringatan Hari Bakti kali ini menjadi ajang memperkuat komitmen peningkatan profesionalitas aparatur dan akselerasi reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkumham. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, jajaran Kemenkumham, hingga mitra kerja strategis, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan sesi ramah tamah.ALB










