PALU – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pameran Khusus Koleksi Arkeologi yang digelar UPT Museum Dinas Kebudayaan Sulteng di Gedung Auditorium Museum Sulteng, Senin (17/11).
Pameran bertema “Jejak Peradaban, Benang Merah Masa Lalu, Kini, dan Esok” itu dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, mewakili Gubernur Sulteng. Sejumlah pejabat hadir, termasuk Kepala UPT Museum Rim M. Hum, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Kemal Lembah, perwakilan Dinas Pendidikan, BI, Balai Pelestarian Kebudayaan, hingga akademisi dan praktisi budaya.
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menegaskan bahwa museum memiliki posisi penting sebagai ruang edukasi publik dan penjaga warisan budaya daerah. Ia menilai pameran arkeologi semacam ini menjadi langkah strategis memperkenalkan kembali jejak peradaban Sulteng kepada masyarakat.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah. Ia harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, relevan, dan mudah diakses generasi muda,” tegas Hidayat.
Ia mengatakan, DPRD mendorong penguatan program pelestarian budaya melalui peningkatan fasilitas museum, pemaksimalan literasi sejarah, serta kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas.
Pameran yang berlangsung 17–21 November 2025 itu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan. Beragam koleksi arkeologi dipamerkan sebagai gambaran perjalanan panjang peradaban masyarakat di Sulawesi Tengah.
Acara pembukaan diawali laporan Kepala UPT Museum, sambutan gubernur yang diwakili Asisten II, pengguntingan pita, dan peninjauan koleksi.
DPRD Sulteng berharap pameran berkala semacam ini dapat memperkuat literasi sejarah serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah.ALB












