News  

Astindo Sulteng Perluas Jejaring Pariwisata di Guangzhou, Tiongkok

Delegas Astindo Region Sulawesi berfoto bersama pada kegiatan famtrip yang digelar You Qian Holiday, perusahaan perjalanan ternama berbasis di Guangzhou, Tiongkok. FOTO : IST
banner 728x90

PALU – Astindo Region Sulawesi, yang membawahi Sulawesi Tengah, Selatan, dan Tenggara, kembali menapaki panggung internasional untuk memperluas jejaring pariwisata. Setelah sukses menghadiri undangan Siam Sabai Group Travel di Bangkok, Thailand, Juli lalu, kini Astindo Sulteng melanjutkan misi di Tiongkok.

Delegasi Astindo Sulteng hadir pada kegiatan famtrip yang digelar You Qian Holiday, perusahaan perjalanan ternama berbasis di Guangzhou, Tiongkok, pada 8–13 November 2025. Empat perusahaan travel asal Sulawesi Tengah yang dikirim antara lain Kamba Journey Travel, Putih Tour Travel, Banggai Tour, dan Sophie Travel. Mereka menjelajahi tiga kota utama, yakni Guangzhou, Shenzhen, dan Zhuhai, yang kini menjadi pusat wisata, bisnis, dan teknologi di Asia.

Ketua DPD Astindo Sulteng, Budy Papeo, menegaskan, kawasan Thailand, Guangzhou, Shenzhen, dan Zhuhai merupakan pasar potensial bagi pengembangan wisata outbound maupun inbound. “Keempat wilayah ini menunjukkan pertumbuhan wisatawan muslim yang signifikan, sekaligus memiliki fasilitas pariwisata ramah muslim. Ini menjadi peluang strategis untuk mempromosikan produk halal tour atau Muslim Friendly Trip dari Indonesia,” kata Budy Papeo, Ahad (16/11/2025).

Budy menambahkan, dua rangkaian kegiatan internasional yang diikuti Astindo, yakni di Thailand dan Tiongkok, difokuskan pada pengenalan serta penguatan posisi produk wisata halal. Program ini menargetkan wisatawan muslim Indonesia yang ingin berwisata berstandar halal, sekaligus membuka peluang bagi wisatawan mancanegara menikmati destinasi unggulan di Sulawesi Tengah.

Selain kegiatan famtrip, delegasi Astindo Sulteng dijadwalkan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Guangzhou. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama sektor pariwisata, promosi destinasi, peningkatan konektivitas, serta dukungan diplomasi ekonomi melalui industri perjalanan.

“Melalui misi pariwisata ini, kami berharap terjalin kerja sama lebih erat antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan mitra luar negeri. Selain memperluas jaringan pemasaran, ini juga diharapkan mendorong arus kunjungan wisata yang saling menguntungkan di kawasan Asia,” ujar Budy Papeo menutup pernyataannya.ALB