DONGGALA – Komisi I DPRD Donggala menyoroti serius rendahnya kompetensi guru yang dinilai berdampak langsung pada kemampuan akademik siswa. Kritik itu disampaikan anggota Komisi I, Zulkifli Azis, yang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas memperbaiki kualitas pendidikan.
“Kami mendapat informasi bahwa kompetensi guru di Donggala masih rendah. Harus ada langkah strategis untuk meningkatkannya,” tegas Zulkifli, Ahad (9/11).
Menurut dia, persoalan ini seharusnya menjadi alarm keras bagi para pemangku kepentingan. Evaluasi menyeluruh terhadap metode pengajaran, sistem pembinaan, hingga pola pembelajaran harus segera dilakukan.
Program Peningkatan Kompetensi Dinilai Hanya Formalitas
Zulkifli tak menutup mata terhadap sejumlah program peningkatan kompetensi guru yang selama ini berjalan. Namun ia menilai banyak di antaranya hanya bersifat administratif dan sekadar memenuhi syarat kenaikan tunjangan.
“Peningkatan kompetensi jangan hanya jadi formalitas. Harus berdampak langsung pada kualitas pembelajaran,” kritiknya.
Ia menegaskan, kualitas guru harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar angka partisipasi pelatihan atau laporan administrasi.
Selaras dengan Program Berani Cerdas Gubernur Sulteng
Lebih jauh, Zulkifli menyebut langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, yang menekankan pembangunan SDM melalui program Berani Cerdas.
“Selama ini kita terlalu fokus pada kuantitas. Aspek kualitas yang justru menentukan masa depan siswa masih tertinggal. Semoga lewat program Berani Cerdas, pendidikan kita benar-benar meningkat,” ujarnya.JOS










