News  

Burhanuddin: Kemiskinan Jadi Pemicu Warga Terjerumus Narkoba

Anggota DPRD Donggala, Burhanudin
banner 728x90

DONGGALA – Peredaran narkoba di Kabupaten Donggala kian mengkhawatirkan. Bukan hanya merambah kawasan perkotaan, barang haram itu kini menyusup hingga pelosok desa. Kondisi ini mendapat sorotan serius dari anggota DPRD Donggala, Burhanuddin.

Menurut politisi PKB itu, maraknya penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kemiskinan ekstrem, minimnya edukasi, serta terbatasnya lapangan kerja menjadi faktor kuat yang menyeret warga masuk dalam jaringan narkoba.

“Kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial dapat menjadi pemicu kuat seseorang terjerumus, baik sebagai pengguna maupun pelaku,” tegasnya, Senin (3/11).

Tekanan Ekonomi Bikin Warga Nekat Jadi Kurir

Burhanuddin mengungkapkan, di banyak kasus, menjadi pengedar atau kurir dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang cepat. Meski berisiko tinggi, tekanan ekonomi membuat sebagian masyarakat nekat melakukannya.

“Bagi mereka yang terhimpit tekanan hidup dan keputusasaan, narkoba sering menjadi pelarian sesaat dari realitas pahit,” jelasnya.

Ia menilai penanganan persoalan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan represif aparat. Di balik setiap pelaku, kata dia, sering tersembunyi masalah besar: kesenjangan sosial ekonomi.

Perang Melawan Narkoba Butuh Gerakan Kolektif

Karena itu, Burhanuddin menekankan pentingnya kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Peningkatan akses pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan harus berjalan paralel dengan upaya penindakan.

“Itulah kunci memutus mata rantai kejahatan narkoba,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, tidak hanya pemerintah dan aparat.

“Narkoba adalah musuh bersama. Semua harus turun tangan. Tidak ada pilihan lain,” pungkasnya.