News  

Final Jati Indah League Ricuh, DPRD Donggala Minta Insiden Tak Terulang

Anggota DPRD Donggala, Zulkifli berfoto bersama para pemain peserta final jati league.FOTO : IST
banner 728x90

DONGGALA – Laga final Jati Indah League 2025 yang mempertemukan Mawar Merah FC dan Lanta FC berakhir dengan kericuhan. Pertandingan yang digelar di Lapangan Lumbu Ganti, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Ahad (19/10), terpaksa dihentikan setelah seorang pemain menanduk dan melempari wasit dengan batu.

Awalnya, pertandingan berlangsung panas namun tetap kompetitif. Lanta FC lebih dulu unggul 1-0, sebelum Mawar Merah menyamakan skor di menit ke-30. Pada babak kedua, Mawar Merah berbalik unggul 2-1 melalui tendangan bebas jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Lanta.

Lanta FC sempat mencoba menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Riswan di menit ke-33, tetapi bola melambung tipis di atas mistar.

Situasi berubah kacau di masa tambahan waktu. Pada menit ke-97, wasit Fikram mengeluarkan kartu kuning untuk pemain Mawar Merah bernomor punggung 14, Darwis. Tidak terima dengan keputusan tersebut, Darwis langsung menanduk sang wasit dan bahkan melemparinya dengan batu. Pertandingan pun dihentikan setelah suasana tak terkendali.

Anggota DPRD Donggala, Zulkifli Azis, yang hadir langsung di arena pertandingan, menyayangkan insiden memalukan tersebut.

“Kita akhiri saja di sini. Jangan ada lagi saling menyalahkan. Semoga ini jadi pelajaran dan tidak terulang di masa mendatang,” ujar Ketua Fraksi Demokrat itu.

Zulkifli juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan. Ia turut memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan turnamen tersebut.

Turnamen Jati Indah League sendiri merupakan bagian dari rangkaian lomba kerakyatan yang digelar serentak oleh DPD, DPC, dan anggota Fraksi Demokrat DPRD di seluruh Indonesia.JOS