DONGGALA – Anggota DPRD Donggala dari Dapil V, I Wayan Putra Sandiyasa, menggelar reses di Desa Polanto Jaya, Kecamatan Riopakava. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan beragam kebutuhan pembangunan, mulai dari sarana olahraga hingga infrastruktur jalan. Bahkan, persoalan sengketa lahan dengan perusahaan juga ikut mencuat dan menjadi keluhan utama.
Usulan pertama datang dari kelompok pemuda desa yang meminta penimbunan lapangan sepak bola. Fasilitas olahraga tersebut dinilai penting sebagai ruang aktivitas generasi muda sekaligus wadah pembinaan bakat.
Tak kalah penting, warga juga mengusulkan penimbunan jalan desa sepanjang tiga kilometer yang kondisinya kerap menyulitkan akses mobilitas. Selain penimbunan, warga meminta pengerasan jalan umum serta pengerasan jalan usaha tani, masing-masing sepanjang satu kilometer, untuk mendukung kelancaran transportasi hasil pertanian.
Di sisi lain, kebutuhan sarana pendukung kegiatan masyarakat juga mencuat melalui usulan pengadaan tenda terowongan satu paket, yang selama ini kerap diperlukan saat pelaksanaan kegiatan sosial maupun keagamaan.
Namun yang paling mendapat perhatian adalah laporan warga mengenai sengketa lahan dengan perusahaan PT LIT. Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan peninjauan dan penyelesaian.
“Ini sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. Pemerintah harus hadir menyelesaikan persoalan sengketa lahan ini,” tegas salah satu tokoh warga dalam dialog bersama legislator.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, I Wayan Putra Bandiyasa menegaskan bahwa seluruh usulan akan dikawal dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Semua aspirasi masyarakat Polanto Jaya kita tampung. Soal sengketa lahan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar ada solusi cepat dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/10).
Warga pun berharap reses kali ini menjadi titik awal percepatan pembangunan dan penyelesaian persoalan agraria di Polanto Jaya.ALB










