News  

Kredit Macet Bikin Ekonomi Mandek, Pajak Donggala Ikut Seret

Uang pecarah seratus ribu. FOTO: IST
banner 728x90

DONGGALA – Realisasi pajak daerah di Donggala kembali tersendat. Lesunya perputaran uang di masyarakat membuat sejumlah sektor pajak tidak bergerak maksimal.

Kepala Bapenda Donggala, Hafid, mengungkapkan banyak dana masyarakat yang hanya “parkir” di bank tanpa masuk ke kegiatan produktif. Kondisi itu membuat aktivitas pasar merosot. “Menteri sudah bilang, uang tidak berputar. Makanya dikucurkan 200 triliun untuk menggairahkan pasar, tapi syarat kredit masih terlalu ketat,” ujarnya, Kamis (9/10).

Ia menilai ketatnya penyaluran kredit membuat pelaku usaha sulit bergerak. Tanpa modal kerja yang cukup, geliat usaha menurun dan dampaknya langsung terasa pada penerimaan pajak.

Sejumlah sektor yang terpukul, antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), pajak restoran, pajak hotel, hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Semua ikut tertekan karena aktivitas usaha melemah,” kata Hafid.

Bapenda berharap kebijakan pelonggaran kredit dapat memperbaiki kondisi pasar sehingga penerimaan pajak bisa kembali berjalan normal.ALB