News  

Sepanjang 2025, Donggala Catat 60 Kasus Malaria

banner 728x90

DONGGALA — Kasus malaria di Kabupaten Donggala melonjak tajam sepanjang Januari hingga September 2025. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala mencatat total 60 kasus, seluruhnya berasal dari penularan lokal.

PJ Kabid Penyakit Menular Dinas Kesehatan Donggala, Alamsyah, menegaskan bahwa tak satu pun kasus merupakan kasus impor. “Penularannya terjadi di wilayah masing-masing. Tidak ada yang berasal dari luar daerah,” jelasnya, Rabu (1/10).

Kenaikan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencatat lima kasus. Tahun lalu, sebaran kasus berada di Puskesmas Lembasada (3 kasus), Delatope (1), dan Posi Hi Abdul Ganing (1 kasus).

Tahun ini, angka tertinggi ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Kayuwou dengan 35 kasus. Disusul Puskesmas Lembasada (16 kasus), RSUD Kabelota (4), Puskesmas Batusuya (3), serta masing-masing satu kasus di Puskesmas Toaya dan Pinembani.

“Setiap kasus positif langsung kami beri penanganan dan obat-obatan,” tambah Alamsyah.

Meski Donggala memiliki 18 puskesmas di 16 kecamatan, hanya sebagian wilayah yang melaporkan temuan malaria. Beberapa titik yang masih tercatat memiliki kasus antara lain Lembasada, Lalundu, serta wilayah kerja Puskesmas Kayuwou di Desa Alindau dan Desa Sipeso, Kecamatan Sindue Tobata.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai gejala malaria dan menjaga lingkungan dari perindukan nyamuk.ALB