DONGGALA – Ancaman malaria masih membayangi sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya kawasan timur. Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Donggala kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, kasus malaria masih ditemukan di beberapa titik endemis.
PJ Kepala Bidang Penyakit Menular Dinkes Donggala, Alamsyah, menuturkan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai langkah penanggulangan. Selain memastikan layanan pengobatan berjalan, petugas kesehatan turun langsung ke lapangan memantau kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk malaria.
“Wilayah endemis umumnya berada di sekitar rawa, genangan air, atau perbatasan hutan. Karena itu pemantauan lingkungan menjadi penting,” ujarnya, Rabu (1/10).
Dinkes juga membagikan bubuk abate melalui puskesmas untuk menekan populasi jentik nyamuk di genangan air. “Kami bekerjasama dengan puskesmas setempat. Abate dibagikan untuk membasmi jentik,” jelasnya.
Tak hanya itu, Dinkes Donggala telah mengusulkan bantuan kelambu antinyamuk ke pemerintah provinsi maupun pusat. Namun permintaan tersebut hingga kini belum terealisasi.
Alamsyah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melindungi diri, terutama bagi mereka yang beraktivitas malam hari di area perkebunan atau hutan. “Kalau masyarakat menjaga lingkungan dan melindungi diri, risiko penularan bisa ditekan. Mari sama-sama menjaga kesehatan,” pesannya.ALB










