News  

Gedung Seni Ikon Sulteng Mangkrak, DPRD Janji Kawal Rehabilitasi

banner 728x90

PALU – Aspirasi seniman dan budayawan Sulawesi Tengah kembali menggema di Gedung Bidarawasia DPRD Sulteng. Kamis (25/9), mereka bertemu anggota Komisi IV DPRD, Abdul Rahman, untuk menyampaikan keluhan soal belum dibangunnya kembali Gedung Taman Budaya Golni yang hancur akibat gempa 2018.

Perwakilan pegiat seni yang hadir antara lain Hapri, Ika Poigi, Fathudin Mujahid, Smit Lalove, Adi, dan Ince Rahma Borahima. Mereka menyesalkan sudah delapan tahun berlalu, pemerintah daerah tak kunjung melakukan perbaikan. Padahal, Taman Budaya Golni adalah satu-satunya pusat kegiatan kesenian dan kebudayaan di Sulteng.

“Gedung ini bukan hanya untuk event, tapi juga tempat pelatihan, pembelajaran, dan keberlangsungan hidup kesenian serta kebudayaan daerah,” tegas salah seorang perwakilan. Aspirasi ini juga merujuk pada UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menanggapi hal itu, Abdul Rahman menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, pembangunan kembali Taman Budaya Golni bukan sekadar membangun fisik, melainkan juga menghidupkan kembali semangat kebudayaan masyarakat Sulteng.

“Kami akan mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk memberi perhatian serius. Gedung ini simbol seni dan budaya yang harus kita jaga,” tandasnya.

Ia juga berharap ada sinergi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar pembangunan bisa segera terwujud. Dengan begitu, Taman Budaya Golni tak hanya jadi pusat kesenian, tapi juga melahirkan generasi kreatif sekaligus mendukung pariwisata daerah.*/RBY