News  

I Nyoman Slamet: Puskesmas Harus Jadi Benteng Awal Sebelum Pasien ke RSUD Undata

Anggota Komisi IV DPRD Sulteng, I Nyoman Slamet saat menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pelayanan RSUD Undata dalam RDP Bersama Dinas Kesehatan dan Manajemen RSUD Undata. FOTO: IST
banner 728x90

PALU – Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, I Nyoman Slamet, menilai program Berani Sehat yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulteng membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi fasilitas kesehatan, terutama RSUD Undata.

Dalam RDP bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Undata, Senin (23/9), Nyoman menilai lonjakan pasien yang terjadi harus diimbangi dengan penguatan layanan di tingkat puskesmas.

“Program Berani Sehat ini bagus, tapi justru banyak orang langsung ke rumah sakit. Padahal, kasus ringan bisa ditangani di puskesmas. Rumah sakit seharusnya menerima rujukan, bukan jadi tempat pertama masyarakat berobat,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sosialisasi agar masyarakat kembali memanfaatkan puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama. “Kita harus ubah mindset. Puskesmas itu bukan hanya tempat orang sakit, tapi juga tempat mencegah agar orang tidak sakit,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Nyoman juga menyoroti sejumlah masalah teknis di RSUD Undata, mulai dari kapasitas ruang gawat darurat (UGD) yang melebihi standar, hingga minimnya fasilitas dasar di ruang perawatan.

“UGD kapasitasnya 30 orang, tapi bisa sampai 50 atau 60 pasien. Bahkan ada kasur yang tipis sekali, bahkan anak saya dirawat habis operasi cari pot saja tidak ada. Hal-hal kecil seperti ini justru sangat dirasakan pasien,” ungkapnya.

Politikus asal Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta pihak rumah sakit menata ulang sistem parkir dan akses di UGD yang dinilainya terlalu terbuka. “Saya lihat pintu-pintu UGD semua bisa diakses bebas. Ini rawan dan harus diperbaiki. Begitu juga dengan sistem parkir, jangan sampai pasien atau keluarga harus bayar parkir berulang kali,” tegasnya.

Nyoman menegaskan, semua temuan dan keluhan yang disampaikan masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan di RSUD Undata. “Kita semua ingin rumah sakit ini jadi kebanggaan daerah, bukan bahan keluhan publik,” tutupnya.ALB