PALU – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menyoroti lonjakan signifikan kunjungan pasien di RSUD Undata Palu setelah program Berani Sehat dijalankan. Program yang memungkinkan masyarakat berobat cukup dengan KTP itu disebutnya membawa dampak besar pada okupansi rumah sakit.
“Biasanya kunjungan harian hanya 200 sampai 300 orang, tapi setelah ada Berani Sehat, bisa sampai 600–700 orang per hari,” ungkap Hidayat dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Undata, Senin (23/9).
Menurut Hidayat, lonjakan pasien ini menandakan bahwa program Berani Sehat mendapat respon positif dari masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar manajemen rumah sakit tetap menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya beban kerja tenaga kesehatan.
“Sekarang masyarakat sudah berpikir bahwa datang ke rumah sakit tidak lagi berbayar. Tapi di sisi lain, rumah sakit harus siap dengan segala konsekuensinya,” ujarnya.
Hidayat juga meminta pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan memaparkan secara terbuka realisasi anggaran dan jumlah penerima manfaat dari program tersebut. “Kita ingin tahu berapa besar dana yang sudah terserap, berapa orang yang sudah dilayani, dan berapa total nilai anggaran yang digunakan sampai September ini,” katanya.
Politikus yang dikenal vokal itu juga menyoroti munculnya keluhan masyarakat di media sosial tentang pelayanan RSUD Undata. Ia berharap manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi dan perbaikan nyata.
“Beberapa waktu terakhir, ada pemberitaan kurang menyenangkan soal layanan di RSUD Undata. Kita ingin dengar langsung penjelasan dari Direktur dan jajarannya agar masyarakat mendapat informasi yang berimbang,” pungkasnya.










